Wednesday, 08 September 2010

Newsflash

Who's Online

We have 14 guests online
SELAMAT DATANG DI FANIA ERSA PRATAMA -

  Active Image

  Active Image

  Active Image

  Active Image

  Active Image
 

 

 Details...


Get This? Newsflash Scroller PRO for Mambo 4.5.1, © 2004 webraydian.com

Syndicate

90% Perempuan Indonesia Memiliki Gejala Osteoporosis PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 26 October 2009
Pdpersi, Jakarta - Hasil analisis data risiko Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Departemen Kesehatan (Depkes) menunjukkan, saat ini 41,8% laki-laki dan 90% perempuan Indonesia memiliki gejala osteoporosis. Sedangkan 28,8% laki-laki dan 32,3% perempuan di Indonesia sudah terkena penyakit keropos/rapuh tulang. ”Sedangkan dua dari lima orang Indonesia berisiko mengalami osteoporosis,” ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes Tjandra Yoga Aditama dalam sambutan di depan ribuan orang peserta senam dan jalan sehat massal dalam rangka Hari Osteoporosis Nasional di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu.

Acara itu diikuti jajaran pejabat Departemen Kesehatan termasuk Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Ketua Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) Prof Errol Untung Hutagalung, serta beberapa artis ibu kota seperti Ida Kusuma dan Widi AB Three

Sementara itu, Menkes Endang Rahayu mengatakan, osteoporosis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang belakangan menjadi masalah kesehatan di Indonesia sebagai efek dari peningkatan usia harapan hidup dan perubahan gaya hidup.

”Proses degeneratif yang berlangsung seiring bertambahnya usia tidak bisa dihindari namun harus dijaga agar tidak menimbulkan ganguan fungsi tubuh. Yaitu dengan mendeteksi faktor risiko untuk mencegah munculnya gangguan," ujar dia.

Untuk mencegah osteoporosis dan penyakit degeneratif yang lain, menurut Menkes bisa dilakukan dengan memperhatikan kecukupan gizi dan melakukan aktifitas fisik dengan berolah raga secara baik dan teratur paling tidak 30 menit tiga kali seminggu.

”Jalan kaki merupakan salah satu pilihan olah raga yang mudah, murah dan risikonya rendah. Yang juga tak kalah penting, hindari rokok, alkohol dan narkoba," tutur dia.

Prof Errol Untung Hutagalung mengatakan, Perosi pada acara peringatan Hari Osteoporosis tahun 2009 ini memperkenalkan senam pencegahan osteoporosis seri kedua yang diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih baik lagi bagi pencegahan penyakit ini.
 
< Prev   Next >