Wednesday, 08 September 2010

Newsflash

Who's Online

We have 4 guests online
SELAMAT DATANG DI FANIA ERSA PRATAMA -

  Active Image

  Active Image

  Active Image

  Active Image

  Active Image
 

 

 Details...


Get This? Newsflash Scroller PRO for Mambo 4.5.1, © 2004 webraydian.com

Syndicate

Produk Elektronik Bermanfaat Kesehatan, Mungkinkah? PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 29 September 2009

Pdpersi, Jakarta - Better Air. Healthy Living. Tag line itulah yang kini digunakan LG dalam mengiklankan produk penyejuk udara keluaran terbarunya. Pabrikan asal Korea yang tengah gencar menyasar pasar Indonesia itu memang tengah rajin mengkampanyekan tema kesehatan dalam mempromosikan produknya.

Sejak 2003, manufaktur yang memperkerjakan tak kurang seribu pekerja di Indonesia itu terus mengintensifkan kerja divisi research and development (R & D)-nya untuk menghasilkan produk yang tidak hanya cangggih, efisien dan berfitur lengkap, namun juga berdampak positif bagi kesehatan penggunanya.

Sales Manager PT LG Electronics Indonesia Achadiat menegaskan, sejak dua tahun lalu, isu kesehatan memang menjadi acuan utama bagi merek-merek elektronik ternama di dunia.

"Konsumen mencari benefit lain dari produk elektronik yang dibelinya. Hal ini dipicu oleh gaya hidup masyarakat modern yang sangat menomorsatukan kesehatan. Sehingga inovasi teknologi juga mengarah pada terciptanya produk yang bukan saja berdampak negatif seminimal mungkin, namun justru menyehatkan tubuh pemakainya," kata Achadiat kepada Pusat Data Persi usai Simposium Nasional Healthy Air for Better Life yang diadakan Asosiasi Higiene Kesehatan Kerja Indonesia (AHKKI) DKI Jakarta.

Langkah yang ditempuh LG juga dilakukan merek-merek elektronik papan atas lainnya semisal Sharp serta Samsung. Jika LG mengedepankan teknologi Neo Plasma, Samsung menamakan kecanggihan produknya Silver Nano sementara Sharp mengadopsi Plasma Cluster. Neo Plasma kini telah diadopsi LG dalam produk AC-nya. LG mengklaim, selain memberikan rasa sejuk dan nyaman, AC Neo Plasma juga mampu mengusir aroma tak sedap serta tentunya membunuh bakteri dan virus.

Sementara, Sharp menerapkan teknologi Plasma Cluster dalam produk AC, lemari es hingga mesin cuci. Bukan cuma itu, Plasma Cluster yang juga diklaim mampu mengusir bakteri dan virus, juga ditempatkan pada piranti televisi.

"Prinsipnya semua piranti kita, jika memungkinkan akan dilengkapi Plasma Cluster. Dengan teknologi kita, sambil menonton TV, kita dapat menikmati paparan ion positif dan ion negatif ," kata Direktur Sales dan Marketing PT Sharp Yasonta Indonesia Jino Sugianto.

Seakan tak mau kalah dengan kompetitornya, awal Juni ini Samsung meluncurkan teknologi Silver Nano pada AC serta air purifier. Bahkan, di negeri ginseng, kini telah beredar ponsel ber-Silver Nano.

Ceruk Pasar Sempit
Inovasi teknologi tentunya berkompensasi pada harga. Piranti elektronik berlabel kesehatan tentunya tak dapat disamakan dengan produk konvensional. Masing-masing produsen mematok selisih harga berbeda, 10% hingga 30%.

Jino menegaskan, penambahan teknologi pada produk Sharp ber-Plasma Cluster jelas menimbulkan konsekuensi pada harga yang harus dibayar konsumen. Kondisi itu telah menyebabkan pihaknya hanya menyasar kalangan konsumen kelas atas dalam memasarkan produk Plasma Cluster.

Hal yang sama juga diakui Achadiat. Selain dipicu oleh harga yang lebih mahal, penetapan target pasar kelas atas juga disebabkan kesadaran akan pentingnya kesehatan di Indonesia memang baru populer di kalangan konsumen berdompet tebal.

"Di Korea, produk yang dijual rata-rata sudah lengkap dengan fitur kesehatan. Begitu pula di Eropa dan Amerika Serikat," kata Achadiat.

Di Indonesia, semua produsen elektronik, hanya mematok target penjualan produk ber-fitur kesehatan kurang dari 30% dari total penjualan mereka. Kendati begitu, upaya mereka menggeber iklan piranti berteknologi high end ini tetap gencar dilakukan.

Hal itu terkait dengan strategi brand image di mata konsumen. Citra sebagai produsen elektronik yang selalu terdepan dalam inovasi teknologi dipercaya dapat terus memupuk kepercayaan pasar.

Mengapa Dapat Menyehatkan?
Kendati mengusung label berbeda, namun pada intinya teknologi yang diadopsi produk elektronik yang diklaim mampu menyehatkan penggunanya, ternyata tak jauh berbeda. Kemampuan menyaring polusi, aroma, bakteri dan virus terletak pada teknologi filter. Filter direkayasa mampu bekerja optimal sehingga udara yang dihasilkan dari piranti itu lebih layak dihirup.

Selain filter, beberapa merek juga menggunakan karbon serta generator penyaring yang menunjang kinerja filter. Jika cermat mengamati, hampir semua merek menggunakan dua alat ini dalam prinsip kerja perangkat mereka. Kendati nama teknologinya berbeda-beda, dapat dipastikan, kerusakan pada tiga alat pembersih udara itu akan membuat kinerja produk elektronik tersebut tak berbeda dengan perangkat konvensional.

Tips
Menyikapi maraknya iklan produsen elektronik yang mengklaim produknya paling hebat, konsumen tentunya mesti cerdas memilih. Dr Hendrawati Utomo, Ms, Sp.OK menghimbau konsumen agar tak mudah terbuai iklan manis produsen elektronik.

"Jangan begitu saja percaya, cek dulu sertifikasinya. Ada tidak jaminan sahih ynag membuktikan produk itu memang dapat berfungsi membunuh bakteri dan virus. Saya malah khawatir iklan itu menyesatkan karena masyarkat menjadi tak lagi hirau menjaga kondisi lingkungannya karena terlalu mengandalkan alat ini," kata Hendrawati.

Selain memastikan sertifikasi yang dimiliki piranti tersebut, Hendrawati juga menyarankan agar konsumen yang sudah memiliki alat tersebut memastikan tata cara perawatan produknya. Pasalnya, pada beberapa piranti, alat filter dan generator memiliki daur hidup terbatas. Jika jangka waktu pemakaiannya telah habis, alat itu harus diganti atau sekedar dibersihkan.

"Yang terpenting, jaga lingkungan sekitar kita semaksimal mungkin. Walaupun kita memakai alat yang bisa menghasilkan ion atau menyaring udara, kalau lingkungan kita kotor dan kondisi tubuh kita tidak fit, tetap saja penyakit akan menyerang kita," tegas Hendrawati.
Last Updated ( Tuesday, 12 January 2010 )
 
< Prev